"I QUIT"
2009-11-04 Wed 20:50
"I QUIT!" mungkin itulah kata-kata yang seharusnya sudah sejak lama aku ucapkan. Sebenarnya aku sudah bertekad untuk terus melanjutkan keorganisasian di ekstrakurikuler Paskibra. But i'm sick of this! Jadi aku putuskan untuk say good-bye pada mereka.

Semua ini berawal hari sabtu (Oct 31) lalu. hari itu aku sudah diwanti-wanti orang tuaku untuk segera pulang setelah KBM di sekolah berakhir karena kami akan pergi ke luar kota. tetapi disaat bel pulang berbunyi tiba-tiba para senior paskibra mengumumkan kepada seluruh anggota paskibra kelas 10 untuk segera berkumpul di basecamp. aku memutuskan untuk tidak berkumpul dan lebih mementingkan urusan orangtuaku. dan begitulah akhirnya aku minta izin pada temanku dan bergegas pulanhg. sesampainya dirumah aku langsung bersiap dan berangkat ke kota tujuan. aku dan keluargaku berada disana selama 2 hari 1 malam. di hari minggu malam setelah pulang dari luar kota, aku langsung ke salon untuk memotong pendek rambutku sebagai persyaratan pelantikan paskibra.

Keesokan harinya saat disekolah aku heran melihat anak-anak paskibra yang sudah di kuncir empat dengan pita bewarna sama. Karena penasaran aku lalu bertanya kepada salah satu dari mereka.
"loh, emang pitanya harus dipake sekarang?", tanyaku.
"ya iyalah! menurutmu kapan!?", jawabnya.

Aku benar-benar terkejut saat dia mengatakannya! aku pun berpikiur, kenapa tidak ada satu orang pun yang memberitahu aku (setidaknya lewat sms) kalau hari itu kita harus membawa perlengkapan pelantikan dan harus dikuncir empat? bahkan ketua kelompokku yang satu kelas denganku pun tidah memberi tahu aku! akhirnya aku putuskan untuk menunggu teman sekelasku yang juga ikut ekstra paskib, Ully. Saat dia datang, dia langsung bertanya.
"loh, Rei kok gak dikuncir? terus perlengkapanmu mana?", tanyanya.
"nah itu dia mbak Ully! gak ada yang ngasi tau aku. emang bener harus dipake & dibawa sekarang? kira-kira kalo besok boleh gak?", tanyaku balik.
"eh iya yah, kemarin sabtu kamu gak ikut kumpul. asalnya kemarin aku mau sms kamu, tapi aku kira temen sekelompokmu udah sms kamu. makanya gak jadi. maafin aku ya..", jawab Ully.
"udahlah mbak Ully, ini bukan salah kamu. gak apa-apa kok", kataku.

saat bel masuk berbunyi, anak-anak yang melihatku heran karena aku tidak dikuncir seperti anak paskib yang lain. setiap kali bertemu teman yang aku kenal pasti mereka selalu bertanya kenapa rambutku tidak dikuncir. dan aku harus berkali-kali mengulang jawabanku pada mereka. karena aku sudah cukup muak menjawab pertanyaan bodoh mereka maka orang berikutnya yang bertanya padaku akan aku jawab " suka-suka gue! kenapa? ada masalah!?". Tidak beberapa lama kemudian Caluwa berkata padaku.
"Rei sini rambutmu aku kuncirin. mumpung aku bawa pita &karet lebih. nanti kalo ketahuan kakaknya bisa dimarahin & kita bakal dapet hukuman".
Tapi aku menolaknya. aku sudah benar-benar jengkel sekali pada semua orang! maka seketika aku langsung bad-mood dan tidak ingin melakukan apapun bahkan memperhatikan guru. aku lalu berpikir untuk keluar dari paskib dan mengutarakan maksudku ini pada teman sebangkuku, Veve. tapi ternyata dia tidak mendukungku, sayang katanya karena aku sudah bersusah payah mengikuti longmarch sampai-sampai aku jatuh sakit, bahkan aku sudah memotong pendek rambutku. dia juga menyuruhku untuk berpikir dua kali terlebih dahulu dengan tenang dan tanpa emosi.

setelah beberapa jam berpikir akhirnya aku memutuskan untuk keluar apapun resikonya. aku lalu mencopot pita merah-putih di seragam sekolahku (itu adalah lambang seorang paskibra disekolahku) dan langsung menuju basecamp. disana aku menemui salah satu senior dan berkata, "Kak, saya keluar dari INSTRUKTUR!". masa bodoh apa yang mereka pikirkan! aku sudah benar-benar sakit hati pada teman-teman seangkatanku. mereka bilang sebagai paskib kita harus menalankan prinsip "SATU HATI SATU JIWA". tapi apa buktinya!? hanya memberitahuku untuk membawa perlengkapan saja mereka tak sudi!

begitu kembali ke kelas temanku kaget karena aku sudah tidah memakai pita merah-putih itu lagi. saat mereka bertanya mengapa aku menjawab bahwa aku sudah keluar dari paskibra. tiba-tiba ketua kelompokku berkata.
"rumahmu deket sekolah gak? kalo iya nanti aku anterin beli pita & ngambil perlengkapan di rumahmu".
"gak usah! makasih! aku udah keluar, titik!", kataku bernada marah.
aku benar-benar heran dan sakit hati! kenapa setelah aku menyatakan "I QUIT" mereka baru peduli padaku!? it's too late! i don't need symphaty! i've made up my mind, and i won't regret it! dan yang lebih membuatku jengkel, mereka tidak maminta maaf padaku sementara Ully yang tidsk ada hubungannya malah berkali-kali minta maaf.
"Rei bener-bener naafin aku ya, aku ngerasa bersalah banget. gara-gara aku kamu jadi gak bawa apa-apa", kata Ully.
"aduh mbak Ully, aku kan udah bilang ini bukan salahmu. lagian mestinya yang wajib ngasi tau kan ketua kelompokku. jadi ini bukan kewajibanmu",kataku.

aku merasa sangat tidak enak pada Ully. to tell the truth, sebenarnya aku masuk paskibra bukan karena kemauanku sendiri, melainkan keinginan orangtuaku. mereka ingin aku agar nantinya bisa membawa bendera pusaka atau paling tidak mengikuti PPI tingkat kota. tetapi lama kelamaan aku merasa nyaman di paskibra ini dan ingin serius mengikutinya. aku pun sama sekali tidak keberatan jika aku dikerjai dan dimarahi oleh senior bahkan aku rela memotong pendek rambutku ini. tapi aku sangat membenci dan tidak menyukai orang yang berlagak peduli padaku disaat mereka sedang terancam! BULLSHIT! apa buktinya? saat aku sudah menyatakan keluar dari paskib, ketua kelompokku lalu berkata lagi padaku.
"lah kalo kamu keluar nanti peralatan kelompok kita gimana?"
"ga tau! pokoknya aku udah keluar! aku gak peduli! masa bodo!", kataku sengit. Caluwa juga ikut-ikutan. dia terdebgar membela ketua kelompokku.
"iya Rei, kasian kelompokmu. nanti mereka ngomong gimana sama senior?", kata Caluwa.
"bodo! sekarang gini, apa mereka kasian sama aku? apa mereka pedulu sama aku!? mana!? ngasi tau aja enggak! sekarng mereka minta dikasihanin!? enak banget! denger ya, aku ga butuh temen macam mereka! kalo emang mereka kasian & peduli aku harusnya mereka ngasi tau aku! aku ini juga bagian dari kelompok mereka!", kataku sambil teriak-teriak.

rasanya sakit sekali hatiku. aku sampai menangis dalam hati! tapi meskipun demikian aku akan tetap menjunjung prinsipku "I LEAVE IT IF I HATE IT. WHATEVER PEOPLE SAY! BUT HERE I AM NOW, THERE'S NO USING TO REGRET. WHAT DONE IS DONE. NOW JUST LOOK UP TO WHAT WILL HAPPEN NEXT AND YOUR FUTURE".

yah begitulah ceritanya.. jadi curhat ya.. tapi aku merasa sedikit lega setelah menulis ini..
別窓 | Chit-chat | Comments:0 | Trackbacks:0 | ∧top | under∨
<<D'Masiv Disuruh Turun Panggung Sama Polisi | レイール★ラブン | Kuroshitsuji is now Releashed in Indonesia!>>
この記事のComments:
Post a comment

管理者だけに閲覧

この記事のTrackbacks:
| レイール★ラブン |

~*Search*~

~*Link*~

add link

~*Visitors*~